KEPUTIHAN
17.36 Edit This 0 Comments »Masalah keputihan sering terjadi pada wanita dan menyebabkan rasa tidak nyaman :
· Kebanyakan wanita menghasilkan lendir pada pertengahan siklus haid, yaitu kurang lebih dua minggu setelah haid selesai. Ini bertepatan dengan waktu ovulasi (pengeluaran telur) dari ovari ( Indung Telur ). Hal ini dapat menyebabkan vagina sedikit lembab dan kondisi ini tergantung dari banyaknya jumlah hormon estrogen yang dikeluarkan.
· Selama hamil, cairan yang keluar mungkin lebih sering dan banyak.
· Pengguna alat IUD juga lebih rentan terhadap keputihan dan menyebabkan cervical erosion dan merasa ‘basah’.
· Sewaktu wanita terangsang secara sexual dan waktu selesai hubungan kelamin juga didapatkan cairan vagina yang keluar.
· Keadaan yang sama dapat juga terjadi ketika menghadapi tekanan perasaan (stress).
· Wanita yang mengidap kencing manis lebih sering mengalami masalah ini.
· Keputihan juga dapat terjadi bila vagina terpapar bahan-bahan seperti spermicida, pewangi dsb.
· Pria juga dapat mengalami “ Keputihan “.
· Mempengaruhi kemesraan hubungan seks.
Pengeluaran cairan ini adalah hal yang normal dalam beberapa keadaan. Biasanya cairan tersebut agak jernih (atau sedikit putih), lembut (licin) dan tidak berbau. Cairan ini berubah warna menjadi sedikit kuning bila terpapar kepada udara atau bila ia kering. Sebenarnya keadaan ini menyebabkan vagina “sehat” dan berupaya mempertahankan keasaman vagina.
Keputihan ( Discharge ) yang tidak normal
Keputihan ( Discharge ) yang tidak normal
Tanda yang mudah dilihat untuk menentukan cairan vagina yang tidak normal ialah dengan adanya perubahan pada warna, jumlah dan bau cairan tersebut. Ia juga menyebabkan rasa gatal yang amat sangat, di samping vagina menjadi merah, rasa pedih atau rasa terbakar sewaktu kencing dsb.
Penyebab utama keputihan adalah kuman bakteri, parasit atau jamur.
Infeksi Jamur Candida
Infeksi Jamur Candida
Adalah masalah keputihan yang paling sering terjadi, disebabkan oleh sejenis jamur yang disebut Candida seperti Candida albicans. Cairan yang dikeluarkan adalah pekat berwarna putih. Penderita akan mengalami gatal di vagina di samping menghadapi masalah tidak nyaman sewaktu buang air kecil atau sewaktu mengadakan hubungan intim.
Jamur ini memang secara normal ada dalam vagina tetapi ia tidak menyebabkan masalah apa-apa. Hal ini disebabkan oleh karena pertumbuhannya di”saingi” oleh bakteri yang juga menduduki tempat yang sama sehingga terjadi “Keseimbangan”.
Jamur ini memang secara normal ada dalam vagina tetapi ia tidak menyebabkan masalah apa-apa. Hal ini disebabkan oleh karena pertumbuhannya di”saingi” oleh bakteri yang juga menduduki tempat yang sama sehingga terjadi “Keseimbangan”.
Masalah akan mulai timbul bila minum antibiotik yang membunuh bakteria tetapi tidak membunuh jamur atau pencucian vagina dengan bahan-bahan yang menyebabkan bakteri mati secara berlebihan. Hal ini menyebabkan jamur tersebut berkembang dengan cepat karena tidak ada lagi saingannya.
Obat yang digunakan adalah anti jamur yang dapat di minum ( oral ) atau obat bentuk ovula yang dimasukkan kedalam vagina ( suppositoria ). Obat ovula ini dimasukkan dalam vagina sedalam mungkin dan digunakan sebelum tidur.
Infeksi bakteri seperti Gardnerella
Sama seperti Infeksi jamur tetapi discharge biasanya berwarna putih atau kekuningan dan berbau seperti bau ikan. Penggunaan antibiotik baik secara oral ataupun ovoid dapat digunakan.
Infeksi Penyakit Menular Seksual
Infeksi yang disebabkan oleh hubungan kelamin memerlukan perawatan yang perlu dilakukan kepada kedua pasangan, baik pasangan tersebut menunjukkan tanda-tanda infeksi atau tidak. Penyakit ini bila tidak mendapatkan penanganan yang segera dan baik dapat menyebabkan infeksi pada saluran kencing dan juga kemandulan.
Penyebabnya antara lain infeksi parasit Trichomonas, Chlamydia, virus Herpes dan bakteria Gonorrhoea. Trichomonas dan Chlamydia menyebabkan rasa gatal dan pedih. Selain itu discharge tidak berwarna tetapi berbau busuk. Infeksi kuman Gonorrhoea juga menyebabkan discharge yang berwarna kehijauan ataupun gelap.
Penyebabnya antara lain infeksi parasit Trichomonas, Chlamydia, virus Herpes dan bakteria Gonorrhoea. Trichomonas dan Chlamydia menyebabkan rasa gatal dan pedih. Selain itu discharge tidak berwarna tetapi berbau busuk. Infeksi kuman Gonorrhoea juga menyebabkan discharge yang berwarna kehijauan ataupun gelap.
Langkah-langkah Pencegahan
· Kebersihan diri hendaklah diutamakan. Basuh tangan sebelum dan setelah menyentuh alat kelamin.
· Setelah buang air besar, bersihkan dari bagian depan ke belakang, agar kuman dari belakang tidak berpindah ke vagina.
· Penggunaan vaginal douche seperti Lactacyd dsb. boleh dilakukan untuk memastikan kebersihan vagina. Penggunaan yang terlalu sering tidak dianjurkan karena dapat membunuh ‘bakteria baik’ yang ada di vagina. Douching tidak dianjurkan selama hamil.
· Dianjurkan untuk memakai celana dalam yang baik sirkulasi udaranya (katun 100%) serta ganti celana dalam dengan teratur. Bisa juga memakai pembalut khusus untuk ini, yang biasa disebut panty liner, namun ingat untuk sering menggantinya
· Apabila terasa gatal, hindari pemakaian sabun, tetapi cuci dengan bersih memakai air hangat. Meski rasa gatal sangat kuat, hindari mencuci sampai bagian dalam vagina, karena ini akan menghilangkan bakteri yang berguna sehingga akan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang memiliki efek negatif atau jamur. Jadi cukup cuci dan siram dengan air hangat bagian luar saja.
Perlu Waspada Lebih Lanjut Bila :
· discharge disertai dengan rasa sakit perut. Kemungkinan PID (pelvic inflammatory disease) perlu ditentuk
· Terjadi pada anak yang belum akil baligh.
· tidak pulih dalam waktu 2 minggu, atau ia menjadi semakin berat
· Dicurigainya penyakit kelamin.
· Pemakai IUD, karena ada risiko infeksi kuman.
· ada darah sewaktu buang air kencing.
· Kemungkinan Discharge Keganasan ( Kanker Mulut Rahim ).
· Wanita yang sudah menopause mengalami kekeringan vagina. Epitel vagina menjadi lebih tipis dan lembut, menyebabkannya cenderung terjadi masalah seperti luka dsb. Hal ini terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh mereka. Keputihan yang terjadi dipanggil atrophic vaginitis. HRT ( Terapi Sulih Hormon ) mungkin diperlukan.
ARTIKEL BERKAITAN
Kesehatan Wanita
· Nyeri haid (dismenorrhea) adalah rasa nyeri/ sakit yang timbul sewaktu akan haid atau selama haid (menstruasi), dengan gejala seperti mulas pada perut bagian bawah sampai ke pinggang dan paha.
·
· Penyebab nyeri haid diantaranya, karena beberapa penyakit (seperti radang panggul), stres, endometriosis, tumor atau kelainan letak uterus. Tapi penyebab nyeri haid yang paling sering, diduga karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.
·
· Seperti yang sudah disinggung diatas, gejala nyeri haid, ditandai dengan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul.
·
· Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Nyeri haid juga sering disertai oleh sakit kepala, sembelit, mual, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.
·
· Untuk mengobati nyeri haid, berikut saya sajikan obat tradisional untuk nyeri haid:
Bahan:
· - Bubuk Kulit Kayu Manis (0,5 - 2,5 gram)
· - Air Panas (1/2 gelas)
·
Pemakaian:
· Seduh bubuk kayu manis menggunakan air panas. Minum ramuan ini 2 kali sehari dengan dosis yang sama.
·
· Semoga Obat nyeri haid diatas bermanfaat bagi para wanita yang mengalai nyeri saat menstruasi.
Tidak lengkap rasanya sebuah keluarga tanpa kehadiran seorang anak. Celoteh, tangis, kemanjaan, dan kerewelan seorang anak bahkan adalah lantunan kehidupan yang mampu menggelorakan cinta dan semangat hidup kedua orangtuanya. Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan? Apalagi bila buah hati yang dinanti adalah generasi yang diharapkan kelak bisa dididik menjadi seorang hamba Allah yang shalih.
Anak adalah salah satu nikmat dari Allah. Maka, saat sang buah hati yang dinanti belum juga dikaruniakan oleh-Nya, hendaklah sepasang suami-istri tetap ber-husnuzhon (berprasangka baik) dan ridha akan ketetapan Rabb-nya. Meski demikian, baik suami maupun istri hendaknya tetap terus berusaha dan berdoa. Bukan hanya sekedar doa memohon kehadiran seorang anak, tetapi kehadiran anak-anak yang shalih dan shalihah.
Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dari segi kesehatan. Bisa jadi ada sebab atau penyakit tertentu yang menyebabkan suami-istri tersebut sulit memiliki keturunan. Istilah yang mungkin sering kita dengar adalah “infertilitas”. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan infertilitas?
Pada dasarnya, infertilitas adalah ketidakmampuan secara biologis dari seorang laki-laki atau seorang perempuan untuk menghasilkan keturunan. Infertilitas juga berarti perempuan yang bisa hamil namun tidak sampai melahirkan sesuai masanya (37-42 minggu). Dalam bahasa awam, infertil disebut juga tidak subur.
Definisi Infertilitas
Menurut dokter ahli reproduksi, sepasang suami-istri dikatakan infertil jika:
- Tidak hamil setelah 12 bulan melakukan hubungan intim secara rutin (1-3 kali seminggu) dan bebas kontrasepsi bila perempuan berumur kurang dari 34 tahun.
- Tidak hamil setelah 6 bulan melakukan hubungan intim secara rutin (1-3 kali seminggu) dan bebas kontrasepsi bila perempuan berumur lebih dari 35 tahun.
- Perempuan yang bisa hamil namun tidak sampai melahirkan sesuai masanya (37-42 minggu).
Infertilitas Primer vs Infertilitas Sekunder
Infertilitas sendiri ada dua macam, yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Pasangan dengan infertilitas primer tidak bisa hamil sedangkan infertilitas sekunder adalah sulit untuk hamil setelah sudah pernah sekali hamil dan melahirkan secara normal sebelumnya.
Kejadian Kasus Infertilitas
- Secara umum, di dunia diperkirakan 1 dari 7 pasangan bermasalah dalam hal kehamilan.
- Di Indonesia, angka kejadian perempuan infertil 15% pada usia 30-34 tahun, meningkat 30 % pada usia 35-39 tahun dan 64 % pada usia 40-44 tahun.
- Berdasar survei kesehatan rumah tangga tahun 1996, diperkirakan ada 3,5 juta pasangan (7 juta orang) yang infertil. Mereka disebut infertil karena belum hamil setelah setahun menikah. Kini, para ahli memastikan angka infertilitas telah meningkat mencapai 15-20 persen dari sekitar 50 juta pasangan di Indonesia.
- Penyebab infertilitas sebanyak 40% berasal dari pria, 40% dari wanita, 10% dari pria dan wanita, dan 10% tidak diketahui.
Penyebab Infertilitas
- Faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas, antara lain:
- Umur.
- Lama infertilitas.
- Emosi.
- Lingkungan.
- Hubungan seksual.
- Kondisi sosial dan ekonomi.
- Kondisi reproduksi wanita, meliputi cervix, uterus, dan sel telur.
- Kondisi reproduksi pria, yaitu kualitas sperma dan seksualitas.
- Penyebab lain.
(1) Umur
Kemampuan reproduksi wanita menurun drastis setelah umur 35 tahun. Hal ini dikarenakan cadangan sel telur yang makin sedikit. Fase reproduksi wanita adalah masa sistem reproduksi wanita berjalan optimal sehingga wanita berkemampuan untuk hamil. Fase ini dimulai setelah fase pubertas sampai sebelum fase menopause.
Fase pubertas wanita adalah fase di saat wanita mulai dapat bereproduksi, yang ditandai dengan haid untuk pertama kalinya (disebut menarche) dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder, yaitu membesarnya payudara, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, dan timbunan lemak di pinggul. Fase pubertas wanita terjadi pada umur 11-13 tahun. Adapun fase menopause adalah fase di saat haid berhenti. Fase menopause terjadi pada umur 45-55 tahun.
Pada fase reproduksi, wanita memiliki 400 sel telur. Semenjak wanita mengalami menarche sampai menopause, wanita mengalami menstruasi secara periodik yaitu pelepasan satu sel telur. Jadi, wanita dapat mengalami menstruasi sampai sekitar 400 kali. Pada umur 35 tahun simpanan sel telur menipis dan mulai terjadi perubahan keseimbangan hormon sehingga kesempatan wanita untuk bisa hamil menurun drastis. Kualitas sel telur yang dihasilkan pun menurun sehingga tingkat keguguran meningkat. Sampai pada akhirnya kira-kira umur 45 tahun sel telur habis sehingga wanita tidak menstruasi lagi alias tidak dapat hamil lagi. Pemeriksaan cadangan sel telur dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah atau USG saat menstruasi hari ke-2 atau ke-3.
(2) Lama Infertilitas
Berdasarkan laporan klinik fertilitas di Surabaya, lebih dari 50% pasangan dengan masalah infertilitas datang terlambat. Terlambat dalam artian umur makin tua, penyakit pada organ reproduksi yang makin parah, dan makin terbatasnya jenis pengobatan yang sesuai dengan pasangan tersebut.
(3) Emosi
Stres memicu pengeluaran hormon kortisol yang mempengaruhi pengaturan hormon reproduksi.
(4) Lingkungan
Paparan terhadap racun seperti lem, bahan pelarut organik yang mudah menguap, silikon, pestisida, obat-obatan (misalnya: obat pelangsing), dan obat rekreasional (rokok, kafein, dan alkohol) dapat mempengaruhi sistem reproduksi. Kafein terkandung dalam kopi dan teh.
(5) Hubungan Seksual
Penyebab infertilitas ditinjau dari segi hubungan seksual meliputi: frekuensi, posisi, dan melakukannya pada masa subur.
(6) Frekuensi
Hubungan intim (disebut koitus) atau onani (disebut masturbasi) yang dilakukan setiap hari akan mengurangi jumlah dan kepadatan sperma. Frekuensi yang dianjurkan adalah 2-3 kali seminggu sehingga memberi waktu testis memproduksi sperma dalam jumlah cukup dan matang.
(7) Posisi
Infertilitas dipengaruhi oleh hubungan seksual yang berkualitas, yaitu dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali seminggu, terjadi penetrasi dan tanpa kontrasepsi. Penetrasi adalah masuknya penis ke vagina sehingga sperma dapat dikeluarkan, yang nantinya akan bertemu sel telur yang “menunggu” di saluran telur wanita. Penetrasi terjadi bila penis tegang (ereksi). Oleh karena itu gangguan ereksi (disebut impotensi) dapat menyebabkan infertilitas. Penetrasi yang optimal dilakukan dengan cara posisi pria di atas, wanita di bawah. Sebagai tambahan, di bawah pantat wanita diberi bantal agar sperma dapat tertampung. Dianjurkan, setelah wanita menerima sperma, wanita berbaring selama 10 menit sampai 1 jam bertujuan memberi waktu pada sperma bergerak menuju saluran telur untuk bertemu sel telur.
(8) Masa Subur
Marak di tengah masyarakat bahwa supaya bisa hamil, saat berhubungan seksual wanita harus orgasme. Pernyataan itu keliru, karena kehamilan terjadi bila sel telur dan sperma bertemu. Hal yang juga perlu diingat adalah bahwa sel telur tidak dilepaskan karena orgasme. Satu sel telur dilepaskan oleh indung telur dalam setiap menstruasi, yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Peristiwa itu disebut ovulasi. Sel telur kemudian menunggu sperma di saluran telur (tuba falopi) selama kurang-lebih 48 jam. Masa tersebut disebut masa subur.
Cara untuk mengetahui masa subur antara lain:
- Dengan memperhatikan keluarnya lendir mulut rahim yang dapat diraba dengan jari (pastikan jari bersih untuk mencegah terjadinya infeksi). Pada saat subur, keluarlah cairan bening seperti putih telur sehingga kelamin terkesan basah. Banyak wanita menganggap hal itu sebagai keputihan. Di luar saat subur, lendir mulut rahim hanya sedikit dan lebih kental sehingga kelamin terkesan kering.
- Dengan mengukur suhu tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur selama beberapa bulan siklus menstruasi (biasanya sampai tiga bulan). Tanda ovulasi adalah apabila terjadi sedikit kenaikan suhu tubuh pada pertengahan siklus haid. Suhu tubuh itu disebut sebagai suhu basal tubuh, yaitu suhu tubuh dalam kondisi istirahat penuh. Peningkatan suhu tubuh yang jelas, walalupun sedikit (sekitar 0,2-0,5 °C), terjadi karena produksi hormon progesteron yang muncul segera setelah ovulasi. Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu tubuh setiap pagi pada waktu bangun tidur, dan dicatat pada suatu grafik khusus (bisa didapatkan dari dokter). Cara mengukur sendiri suhu basal tubuh:
- Guncang termometer (termometer dapat dibeli di apotek) hingga di bawah 36 °C, dan siapkan termometer di dekat tempat tidur Anda sebelum tidur.
- Saat terbangun di pagi hari, letakkan termometer di mulut anda (termometer oral) selama 10 menit. Penting untuk Anda ingat adalah jangan banyak bergerak. Tetaplah berbaring dan istirahat dengan mata tertutup. Jangan bangun selama 10 menit hingga selesai pengukuran.
- Setelah 10 menit, bacalah dan catat suhu tubuh Anda pada grafik saat tanggal pemeriksaan itu.
- Dengan memeriksa lendir rahim di bawah mikroskop. Pada saat subur akan tampak bentukan seperti daun pakis yang sempurna.
- Dengan pemeriksaan USG melalui vagina. Dengan pemeriksaan USG melalui vagina dapat dilihat dengan jelas sel telur yang sudah dilepaskan dari indung telur.
(9) Kondisi Sosial dan Ekonomi
Kondisi Sosial dan ekonomi yang semakin buruk akan memperbesar kemungkinan terjadinya infertilitas.
Bersambung insya Allah…
Referensi:
- Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006
- Seleksi Pasutri pada Kasus Infertilitas, oleh: H. Soehartono DS.
- Skor Infertilitas Surabaya (Berdasarkan Faktor Risiko), oleh: Samsul Hadi.
- Vitahealth. 2008. Infertil: Informasi Lengkap Untuk Penderita dan Keluarganya. Jakarta: Gramedia.
- www.kesrepro.info.net
- www.klinikyasmin.co.id
- www.mhhe.com
- www.wikipedia.com

0 komentar:
Posting Komentar